Tes Wartegg adalah psikotes menggambar berisi delapan kotak. Setiap kotak sudah memuat garis atau titik sederhana yang harus Anda lengkapi menjadi gambar utuh, lalu diberi judul. Tes ini sering muncul dalam rekrutmen perusahaan swasta, BUMN, sampai seleksi TNI dan Polri, biasanya bersama tes gambar dan tes kepribadian lainnya.
Sebagai perusahaan headhunter dan anggota pendiri APRESI (Asosiasi Perusahaan Rekrutmen dan Executive Search Indonesia), Talent Hunts Indonesia telah menempatkan lebih dari 500 kandidat di lebih dari 300 klien dari 30+ industri. Banyak kandidat kami bertanya hal yang sama sebelum psikotes: apa sebenarnya yang dinilai dari gambar mereka? Artikel ini menjawabnya dengan jujur, lalu memberi Anda tempat untuk berlatih.
Coba simulasi tes Wartegg gratis ↓
Apa Itu Tes Wartegg?
Tes Wartegg adalah tes menggambar proyektif: Anda diminta melengkapi delapan rangsangan (stimulus) sederhana menjadi gambar. Disebut proyektif karena tidak ada jawaban benar atau salah. Cara Anda menanggapi stimulus dianggap mencerminkan cara Anda berpikir, merasa, dan bertindak.
Tes ini dikembangkan oleh psikolog Jerman Ehrig Wartegg dan diperkenalkan pada akhir 1930-an dengan nama Wartegg Zeichentest (tes menggambar Wartegg). Pada 1952, psikolog Marian Kinget mengembangkan cara penilaiannya dengan empat fungsi dasar kepribadian. Sistem penilaian lain masih terus dibuat, misalnya sistem Crisi dari Italia.
Lembar tes Wartegg berupa kertas dengan delapan kotak yang tersusun dua baris. Di Indonesia, kotaknya ada yang diberi nomor 1 sampai 8, ada juga yang diberi huruf A sampai H. Isinya sama.
Siapa yang biasanya menghadapi tes ini? Hampir semua orang yang melamar lewat proses psikotes: fresh graduate dalam program management trainee, staf yang melamar di perusahaan besar, peserta seleksi BUMN, sampai calon anggota TNI dan Polri. Tes ini singkat, mudah diberikan secara massal, dan tidak bergantung pada kemampuan bahasa, sehingga sering dipakai di tahap awal.
Konsep dan Teori Tes Wartegg
Tes Wartegg dibangun di atas gagasan bahwa setiap stimulus memancing reaksi yang berbeda. Stimulus yang melengkung dan lembut cenderung memancing respons perasaan, sedangkan stimulus yang lurus dan bersudut cenderung memancing respons yang lebih rasional dan aktif.
Kinget merangkum hal yang dibaca dari tes ini dalam empat fungsi dasar. Banyak panduan di Indonesia juga membagi kotak menjadi dua kelompok: kotak lembut dan kotak tegas.
- Emosi: cara Anda merasakan dan menyalurkan perasaan, lebih terbuka atau lebih tertutup.
- Imajinasi: kemampuan menggabungkan unsur yang ada dan menciptakan ide baru.
- Intelektual: cara berpikir, lebih praktis atau lebih konseptual.
- Aktivitas: dorongan untuk bertindak dan cara Anda mengendalikannya.
Kotak lembut: 1, 2, 7, 8 (titik, garis gelombang, titik setengah lingkaran, lengkungan). Kotak tegas: 3, 4, 5, 6 (garis naik, kotak hitam, garis miring, garis lurus).
Dalam praktiknya, psikolog memperhatikan apakah Anda menanggapi kotak lembut dengan gambar yang lembut juga, misalnya bunga atau wajah, dan kotak tegas dengan gambar yang terstruktur, misalnya bangunan atau mesin. Respons yang berlawanan tidak otomatis buruk; justru itu yang ingin dipahami lebih jauh.
Pembagian ini bukan rumus. Psikolog melihat gambar secara utuh dan membandingkannya dengan hasil tes lain serta wawancara.
Arti 8 Kotak Tes Wartegg
Setiap kotak punya stimulus berbeda dan biasanya dikaitkan dengan aspek kepribadian tertentu. Ringkasannya ada pada bagan di bawah, lalu penjelasan tiap kotak menyusul.
- Kotak 1 (A), titik di tengah: gambaran diri dan kemandirian.
- Kotak 2 (B), garis bergelombang: perasaan dan kepekaan terhadap orang lain.
- Kotak 3 (C), tiga garis naik: ambisi dan dorongan berprestasi.
- Kotak 4 (D), kotak hitam kecil: cara menghadapi masalah dan tekanan.
- Kotak 5 (E), dua garis miring: energi dan dorongan untuk bertindak.
- Kotak 6 (F), garis horizontal dan vertikal: cara berpikir logis dan menyatukan bagian.
- Kotak 7 (G), titik setengah lingkaran: kepekaan dan perhatian pada detail.
- Kotak 8 (H), lengkungan besar: rasa aman dan hubungan dengan lingkungan.
Kotak 1 (A): Titik di Tengah
Kotak ini berisi satu titik kecil di tengah. Biasanya dikaitkan dengan cara Anda memandang diri sendiri dan seberapa mandiri Anda. Yang diperhatikan adalah apakah titik itu menjadi pusat gambar atau hanya tempelan. Gambar yang sering muncul: matahari, bunga, bola, atau wajah.
Kotak 2 (B): Garis Bergelombang
Garis melengkung kecil di bagian atas kotak. Kotak ini sering dikaitkan dengan perasaan, empati, dan cara Anda berhubungan dengan orang lain. Gambar yang mengikuti alur garis dianggap peka terhadap stimulus. Contohnya ombak, rambut, ular, atau bendera berkibar.
Kotak 3 (C): Tiga Garis Naik
Tiga garis tegak yang makin tinggi ke kanan. Kotak ini biasanya dibaca sebagai gambaran ambisi, target, dan dorongan untuk maju. Gambar yang melanjutkan pola naik sering muncul di sini, seperti tangga, grafik penjualan, atau gedung bertingkat.
Kotak 4 (D): Kotak Hitam Kecil
Persegi kecil berwarna hitam di sudut kanan atas. Karena bentuknya berat dan gelap, kotak ini dikaitkan dengan cara Anda menghadapi masalah, beban, dan tekanan. Banyak orang merasa kotak ini paling sulit. Kotak hitam sering diubah menjadi jendela, kotak hadiah, atau bagian dari sebuah bangunan.
Kotak 5 (E): Dua Garis Miring
Dua garis lurus pendek yang arahnya berlawanan. Kotak ini dikaitkan dengan energi, inisiatif, dan cara Anda mengatasi hambatan. Gambar yang dinamis, seperti sesuatu yang bergerak, sering muncul di sini: roket, panah, atap, atau tenda.
Kotak 6 (F): Garis Horizontal dan Vertikal
Satu garis mendatar dan satu garis tegak yang tidak bersentuhan. Kotak ini biasanya dibaca sebagai cara berpikir logis, analitis, dan kemampuan menyatukan dua hal yang terpisah menjadi satu kesatuan. Meja, jendela, tiang lampu, dan bingkai adalah gambar yang lazim.
Kotak 7 (G): Titik Setengah Lingkaran
Deretan titik kecil yang membentuk setengah lingkaran. Kotak ini sering dikaitkan dengan kepekaan, kehalusan perasaan, dan ketelitian terhadap hal kecil. Gambar yang rapi dan detail biasanya muncul di sini, misalnya kalung, mangkuk, jam, atau buah anggur.
Kotak 8 (H): Lengkungan Besar
Garis lengkung besar di bagian atas kotak. Kotak ini dikaitkan dengan rasa aman, perlindungan, dan cara Anda menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan aturan. Payung, pelangi, jembatan, dan bukit adalah contoh gambar yang sering dibuat.
Cara Mengerjakan Tes Wartegg
Kerjakan tes Wartegg dengan melengkapi setiap stimulus menjadi gambar yang bermakna, lalu beri nomor urut dan judul. Langkah lengkapnya seperti ini.
- Dengarkan atau baca instruksi. Penyelenggara bisa meminta Anda mengerjakan kotak secara berurutan atau bebas. Ikuti instruksinya.
- Mulai dari kotak yang paling mudah. Jika urutannya bebas, mulailah dari kotak yang langsung memberi Anda ide.
- Tulis nomor urut pengerjaan. Biasanya di sudut kotak atau di kolom yang disediakan. Urutan ini ikut dicatat.
- Jadikan stimulus bagian dari gambar. Titik, garis, atau lengkungan sebaiknya menyatu dengan gambar, bukan ditimpa atau diabaikan.
- Beri judul setiap gambar. Judul singkat seperti “Payung” atau “Roket meluncur” membantu pemeriksa memahami maksud Anda.
- Jawab pertanyaan reflektif. Di akhir tes, Anda sering diminta menyebut kotak yang paling mudah, paling sulit, paling disukai, dan paling tidak disukai.
Biasanya Anda hanya memakai pensil dan penghapus. Gambar tidak perlu diwarnai, kecuali instruksi memintanya. Jika lembar memiliki kolom judul dan urutan di bawah kotak, isi di sana; jika tidak, tulis kecil di dalam kotak.
Waktu pengerjaan berbeda di setiap tempat. Kisaran yang umum adalah 10 sampai 30 menit untuk delapan kotak, dan ada penyelenggara yang tidak memberi batas waktu ketat. Selalu ikuti waktu yang disebutkan pengawas.
Simulasi Tes Wartegg Gratis
Latih diri Anda dengan simulasi di bawah ini. Gambar langsung dengan mouse, pena, atau jari di HP, beri judul tiap gambar, lalu lihat ringkasan dan unduh lembar jawaban Anda. Anda juga bisa mencetak lembar kosong untuk berlatih di kertas.
Simulasi sedang dimuat. Jika tidak muncul, pastikan JavaScript di browser Anda aktif.
Semua gambar diproses di browser Anda dan tidak dikirim ke server Talent Hunts Indonesia. Simulasi ini untuk latihan. Hasilnya bukan interpretasi psikologis; penilaian resmi hanya dilakukan oleh psikolog.
Contoh Gambar dan Jawaban Tes Wartegg
Tidak ada satu gambar yang benar untuk setiap kotak. Contoh di bawah hanya untuk memberi gambaran ide yang lazim dan ide yang lebih kreatif. Gunakan sebagai pemanasan, bukan hafalan.
| Kotak | Ide yang umum | Ide yang lebih kreatif |
|---|---|---|
| 1 (A) Titik | Matahari, bola, bunga | Mata yang mengintip dari balik tirai |
| 2 (B) Gelombang | Ombak laut, rambut, sungai | Bendera berkibar di puncak gunung |
| 3 (C) Tiga garis naik | Tangga, grafik naik | Deretan gedung kota saat senja |
| 4 (D) Kotak hitam | Jendela rumah, kotak hadiah | Dadu yang sedang dilempar |
| 5 (E) Garis miring | Atap rumah, tenda | Roket yang baru lepas landas |
| 6 (F) Garis lurus | Meja, tiang lampu | Rambu jalan di persimpangan |
| 7 (G) Titik setengah lingkaran | Kalung, mangkuk | Jam saku dengan rantainya |
| 8 (H) Lengkungan | Payung, pelangi | Jembatan di atas sungai |
Berikut dua contoh lembar yang sudah lengkap dengan urutan pengerjaan dan judul. Contoh pertama memakai ide sederhana, contoh kedua memakai ide yang lebih kreatif.
Cara Penilaian Tes Wartegg
Penilaian tes Wartegg dilakukan oleh psikolog dengan melihat banyak aspek sekaligus, bukan dengan mencocokkan gambar ke kunci jawaban. Aspek yang biasa diperhatikan antara lain:
- Urutan pengerjaan. Kotak mana yang dikerjakan lebih dulu dan mana yang ditunda.
- Kesesuaian dengan stimulus. Apakah stimulus menjadi bagian gambar atau diabaikan.
- Isi gambar. Benda, manusia, hewan, alam, atau bentuk abstrak.
- Ukuran dan tekanan garis. Gambar yang sangat kecil, sangat besar, tipis, atau tebal.
- Kerapian dan kelengkapan. Apakah semua kotak terisi dan diselesaikan.
- Judul gambar. Apakah judul sesuai dengan gambar dan stimulusnya.
Dari pengalaman kami mendampingi kandidat, hasil tes Wartegg jarang dibaca sendirian oleh HR. Yang mereka terima dari psikolog biasanya ringkasan profil, misalnya kestabilan emosi, inisiatif, atau cara bekerja di bawah tekanan, lalu dibandingkan dengan kebutuhan posisi. Gambar yang “bagus” tidak menjamin lolos, dan gambar yang sederhana tidak membuat Anda gagal.
Perlu diketahui juga bahwa tes proyektif seperti Wartegg masih diperdebatkan secara ilmiah. Interpretasinya sangat bergantung pada keahlian psikolog. Di Brasil, misalnya, Dewan Psikologi Federal pernah memberi penilaian tidak layak pada pertengahan 2000-an karena kurangnya studi validitas, sebelum penelitian dan sistem penilaian baru dikembangkan. Karena itu, tes Wartegg biasanya dipakai bersama tes lain, bukan sebagai satu-satunya dasar keputusan.
Tips dan Kesalahan yang Perlu Dihindari
Kunci mengerjakan tes Wartegg adalah tenang dan jujur, bukan menebak gambar yang “benar”. Beberapa tips yang bisa membantu:
- Tetap tenang. Tes ini tidak menilai bakat menggambar. Gambar sederhana yang jelas sudah cukup.
- Manfaatkan stimulus. Biarkan titik atau garis memandu ide Anda.
- Beri detail secukupnya. Cukup agar gambar mudah dikenali, tanpa menghabiskan waktu di satu kotak.
- Isi semua kotak. Kotak yang kosong ikut diperhatikan.
- Beri judul yang jelas. Judul menunjukkan bahwa Anda tahu apa yang Anda gambar.
Persiapan sebelum hari tes juga berpengaruh. Tidur cukup, sarapan, dan datang lebih awal agar Anda tidak terburu-buru. Bawa pensil 2B yang sudah diraut dan penghapus yang bersih jika peserta diminta membawa alat tulis sendiri. Berlatih dua atau tiga kali dengan lembar kosong juga membantu Anda terbiasa dengan bentuk stimulusnya.
Kesalahan yang sering terjadi:
- Mengabaikan stimulus atau menggambar di luarnya.
- Menggambar terlalu kecil di sudut kotak.
- Menghafal “jawaban” dari internet, sehingga gambar terasa kaku dan tidak konsisten dengan hasil tes lain.
- Menghapus berulang kali sampai lembar kotor.
- Membiarkan kotak kosong karena terlalu lama di kotak lain.
Tes Wartegg dalam Proses Rekrutmen
Dalam rekrutmen, tes Wartegg biasanya menjadi bagian dari rangkaian psikotes, bukan tes yang berdiri sendiri. Ia sering diberikan bersama tes menggambar orang dan pohon, tes Kraepelin atau Pauli, serta tes kepribadian seperti DISC. Pelajari juga jenis tes psikotes lainnya agar Anda tidak terkejut di hari tes.
Untuk posisi manajer ke atas, psikotes biasanya dilengkapi assessment yang menilai cara Anda mengambil keputusan dan memimpin tim. Anda bisa berlatih dengan situational judgment test dan tes kepribadian gratis dari Talent Hunts Indonesia.
Setelah psikotes, tahap berikutnya biasanya wawancara dengan HRD dan interview user. Siapkan jawaban untuk pertanyaan wawancara kerja yang paling sering muncul, dan pastikan CV Anda sudah mencerminkan pencapaian Anda.
Di Talent Hunts Indonesia, kami menilai kandidat secara menyeluruh dengan HUNTS Framework™, metodologi asesmen dan wawancara kami. Hasil psikotes adalah salah satu masukan, bukan satu-satunya penentu.
Kesimpulan
Tes Wartegg adalah psikotes menggambar delapan kotak yang membaca cara Anda menanggapi stimulus sederhana. Tidak ada jawaban benar atau salah, jadi persiapan terbaik adalah memahami bentuk tesnya, berlatih agar tidak kaget, lalu mengerjakannya dengan tenang dan jujur.
Coba simulasi tes Wartegg sekali lagi, ikuti tes kepribadian gratis, lihat lowongan kerja terbaru, atau kirim CV Anda agar konsultan kami bisa mencocokkannya dengan posisi yang sesuai.
Referensi
- Pessotto, F., & Primi, R. (2018). A Study of Coding Systems for the Wartegg Test and their Relations with the Rorschach (R-PAS). Trends in Psychology, 26(4).
- Pessotto, F., & Primi, R. (2017). Precisão entre juízes para um novo sistema de codificação do teste de Wartegg. Revista de Psicologia, 8(2), 19–26.
- Kinget, G. M. (1952). The Drawing-Completion Test: A Projective Technique for the Investigation of Personality. Grune & Stratton.
- Crisi, A. (2018). The Crisi Wartegg System (CWS): Manual for Administration, Scoring, and Interpretation. Routledge.